“JOICE DAN MEONG YANG PENUH MISTERI”
-caritas-
Bagian 1: Penemuan yang Menakjubkan
Joice, seorang siswi berusia 16
tahun, sedang duduk di bangku kelas pada suatu pagi. Tiba-tiba, terdengar suara
gemuruh di luar. Pintu kelas terbuka, dan masuklah seekor Meong berbulu putih lembut.
Meong memiliki keunikan pada bagian wajahnya. Meong memiliki bulu dengan corak
coklat berbentuk hati di bagian wajahnya. Meong ini memiliki mata indah dengan
warna abu-abu campur biru yang sangat menawan.
Joice: Hei, apa yang kau lakukan di
sini?
Namun, Meong itu hanya menjawab
dengan tatapan tajam seolah-olah mengenalnya.
Joice yang masih duduk di bangku
kelas pergi ke arah Meong dan merangkulnya. Mereka pergi ke teras kelas dan
duduk sambil menikmati tetesan air yang sudah mulai membahasi halaman sekolah. Joice
yang melamun, duduk sambal mengelus Meong yang ada di pangkuannya. Joice
teringat dengan mamanya yang sudah pergi meninggalkannya selamanya sejak 10
tahun silam. Joice mengingat setiap momen dirinya bersama mamanya. Mama yang
sering merangkulnya saat hujan turun dan suara guntur bergemuruh. Joice dengan
rasa takutnya terhadap hujan dan gemuruh akan merasa tenang dan nyaman setelah
mama merangkulnya. Mama akan selalu mengelus rambut Joice sampai akhirnya dia
tertidur dan tidak lagi mendengar suara hujan dan guntur yang terus ribut
mengganggu telinganya.
Seiring berjalannya waktu, Joice yang
sudah beranjak dewasa, mulai terbiasa dengan hujan dan suara guntur. Joice
mengingat perkataan mamanya bahwa ia harus bisa mandiri dengan cara mulai
melawan rasa takutnya sendiri.
Meong terus menatap Joice dengan
sangat dalam. Meong sesungguhnya mengerti apa yang sedang dipikirkan dan
dirasakan oleh Joice. Meong tiba-tiba mengelus tangan Joice dengan lembut dan
membuat dia sadar bahwa posisi Meong ini tidak berubah sejak mereka duduk di teras.
Kepala Meong ini selalu mengarah kepadanya. Pandangannya tidak pernah
terlewatkan dari wajah Joice. Sampai pada titik Joice menyadari bahwa Meong
memiliki tanda yang unik di bagian kepalanya. Tanda itu membuat dia mengenang seseorang.
Bagian 2: Percakapan dengan Meong
Ajaib
Waktu menunjukkan pukul 10.00 pagi.
Joice harus kembali masuk ke kelas untuk melanjutkan pembelajaran. Joice
menaruh Meong di teras kelas dan memberikannya usapan lembut. Meong memberikan
respon balik dengan cara mengeluskan ekor dan badannya ke kaki Joice. Meong
juga melakukan sesuatu dimana Joice sontak kaget melihat tingkah Meong
tersebut. Joice dengan ekspresi kagetnya langsung masuk ke dalam kelas seolah
gagu tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
Joice: (bisik-bisik) Apakah mungkin Meong
ini memiliki hubungan dengan mama yang sudah tiada?
Selama pembelajaran, Joice tidak fokus
mengikuti pembelajaran. Selain daripada tingkah Meong yang membuatnya kaget.
Joice juga bingung dengan sikap Meong yang unik. Selama pembelajaran, Meong setia
meunggu di luar pintu kelas Joice. Meong selalu menghadap dan memandang pada
arah Joice. Setelah jam kepulangan sekolah, Joice menunggu semua teman kelas
pulang dan dia masih penasaran dengan Meong yang begitu unik. Ketika kelas
sepi, Joice memutuskan untuk berbicara lebih lanjut dengan Meong tersebut.
Joice: Apa yang sedang kau lakukan di
sini?
Meong itu melihatnya sebentar sebelum
mengangguk kecil.
Meong: Aku di sini untuk melihatmu,
anakku.
Joice: (terkejut) Anakku? Apa
maksudmu?
Joice sontak terdiam dengan segala
keanehan yang terjadi padanya saat itu. Joice yang merasa kejadian adalah
mimpi, mencoba menyadarkan dirinya dengan cara mencubit tangannya sendiri.
Meong: Aku adalah reinkarnasi dari
mama. Aku ingin melihatmu tumbuh dan bahagia. (sontak Meong melanjutkan
percakapan)
Joice: (masih terdiam dan mencoba
lebih tenang dengan kondisi yang ada)
Bagian 3: Kehidupan Rahasia di
Sekolah
Setiap hari, Meong tersebut mengikuti
Joice ke sekolah. Joice sudah mulai terbiasa dengan kondisi yang ada. Joice
yang dulu merasa bahwa semuanya adala sesuatu yang mustahil dan aneh. Sekarang,
Joice menjadi pribadi yang mengganggap semuanya adalah hal yang biasa dan menyenangkan.
Ia menjadi teman setia yang selalu hadir dalam kehidupan pelajar itu.
Joice: Kau harus tetap berada di luar
kelas, ya?
Meong: Tentu saja, tapi aku ingin
melihatmu.
Meong itu terlihat menikmati
kehidupan di sekolah. Kadang-kadang, ia bahkan ikut bermain dengan siswa lainnya.
Meong selalu ada dalam setiap aktivitas Joice di sekolah.
Bagian 4: Terungkapnya Misteri
Suatu hari, Joice menemui guru
spiritual di desa untuk memahami lebih lanjut tentang reinkarnasi Meong
tersebut. Joice masih penasaran dan selalu ingin mengkonfirmasi bahwa
pernyataan Meong adalah benar. Dia sangat merindukan sosok mama yang dimana
mirip seperti perilaku Meong. Joice juga diyakinkan dengan tanda yang ada di
wajah Meong, sama persis seperti tanda yang ada di wajah mamanya.
Guru Spiritual: Meong itu adalah
sosok yang melindungi dan menyayangimu di kehidupan sebelumnya. Dia kembali
untuk memastikan bahwa kamu aman dan bahagia.
Joice terkejut mendengar hal ini,
namun, ia merasa hangat di hatinya. Meong itu bukan hanya seekor Meong biasa.
Joice semakin terharu bahagia dengan kejadian yang menyelimuti hidupnya saat
itu. Semua seolah terjadi seperti mimpi namun kenyataannya terjadi.
Bagian 5: Keberanian dan Kepercayaan
Ketika berita tentang Meong tersebut
menyebar, banyak orang di sekolah menjadi terpesona dan ingin tahu lebih
banyak. Joice merasa bangga memiliki teman yang begitu istimewa. Hari
berikunya, Joice kembali bercengkerama dengan Meong. Saat ini hatinya sangat hangat
menanggapi Meong.
Joice: Mama, meski dalam bentuk lain,
tetaplah bersamaku.
Meong: (hanya mengeluskan badan dan
kakinya kepada Joice dengan sangat lembut sambal meneteskan air mata)
Meong itu melihatnya dengan penuh
kasih sayang, memberikan kepercayaan bahwa hubungan mereka takkan pernah
terputus. Meong merasa sangat bahagia setelah Joice, anaknya bisa saling
terhubung dengan sangat hangat.
Bagian 6: Perpisahan yang Damai
Suatu hari, Meong tersebut tiba-tiba
menghilang. Joice merasa sedih, namun, ia tahu bahwa Meong itu telah
menyelesaikan misinya.
Guru Spiritual: Dia pergi dengan
damai karena tugasnya telah selesai. Namun, kenangan dan cinta selalu ada di
hatimu.
Joice sangat terpukul dan sedih
ketika mendengar jawaban sang guru spiritual. Namun disisi lain, Joice juga
tidak mau larut dalam kesedihan. Joice terus mengingat pesan mamanya dulu,
bahwa ia harus tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat. Joice tetap bersyukur
setelah memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbincang kembali dengan
mamanya. Joice merenung, merenungkan perjalanan ajaibnya bersama Meong yang membawa
kebahagiaan dan keberanian dalam hidupnya.
Akhir: Menghormati Kehidupan yang
Penuh Makna
Joice tetap menjalani hidupnya dengan
semangat, membawa inspirasi dari pengalaman ajaibnya bersama Meong yang tak
terlupakan.
Joice: Mama, terima kasih telah hadir
kembali dalam hidupku, bahkan dalam bentuk yang berbeda.
Joice melangkah maju, membawa
keberanian dan kepercayaan bahwa cinta sejati tak akan pernah hilang, bahkan
setelah kehidupan berakhir.

