iklan 1

Yube

 



Yube

-caritas-

          Tubuh besar, postur tegap, berbulu lebat, berwarna hitam, penuh dengan otot dan kharisma wibawa yang terpancar dari dirinya. Itulah Yube , gorilla afrika jantan yang tumbuh besar di kebun binatang Savana. Hampir setiap hari aku selalu mampir ke kebun binatang ini, karena sangat dekat dengan rumahku. Aku suka sekali melihat Yube, seekor primata yang unik. Bentuknya yang hampir mendekati seperti layaknya manusia, serta tingkah lakunya yang juga mirip dengan manusia, membuatku berpikir. Apakah benar Yube ini seekor hewan? bentuk dan perilakunya yang hampir mendekati manusia semakin membuatku berpikir dua kali tentang hewan ini.

          Hal yang kuingat saat pertama kali kandang Yube dibuka, ia akan berjalan pelan pelan ke pintu keluar kandangnya. Jika ia mengetahui pintunya terbuka, maka ia akan berdiri dengan kedua kakinya yang pendek itu. Ia berlari dengan kakinya yang pendek itu! Di saat ia melakukan itu seluruh pengunjung terkesima dan tertawa melihat betapa tidak seimbangnya antara kakinya yang pendek dengan badannya yang besar dan lengan yang kekar. Yube berlari mengikuti sayur kol dan brokoli yang disediakan pengurus kebun binatang. Yube mengambil satu persatu sayur-sayuran tersebut. Menggenggam dan mengumpulkan satu persatu. Jika tangan yang satu sudah penuh dengan sayuran, maka ia akan menggigit sayuran lain di mulutnya. Jika di mulut sudah penuh, maka tangan satunya lagi yang masih tersedia akan ia isi dengan sayur-sayuran yang lain. Sehingga penuhlah tangan dan mulut Yube , gorilla jantan tersebut.

          Di kandang tersebut hanya Yube lah satu-satunya pejantan dewasa yang dominan dan menguasai kandang itu, ada lagi Rambo dan Rambe, gorilla jantan muda yang terlahir kembar. Kemungkinan bukan anaknya Yube, juga hidup bersama di kandang itu. Namun tetap Yube yang menguasai lapangan. Yube memiliki ciri khas pada punggungnya , yaitu warna bulu silver (abu - abu) yang menandakan dia adalah pejantan dewasa. Orang-orang biasanya menyebutnya silverback. Mungkin inilah gambaran di dunia nyata bagaimana bentuk King-kong di film-film yang digambarkan sebagai monyet raksasa yang sebenarnya diadaptasi dari gorilla jantan dewasa silverback.

          Untuk menunjukkan dominasinya, terkadang Yube melakukan atraksi yang sangat disukai penonton. Yaitu memukul dadanya dengan kedua tangannya yang besar itu. Setahuku dalam biologi hewan yang kupelajari, itu adalah peringatan bahwa ia merasa terancam dan siap untuk menyerang apabila diperlukan. Pernah suatu kali aku melihat di internet, seekor silverback yang merasa diprovokasi oleh pengunjung kebun binatang, ia menyerang pengunjung tersebut dengan maju berlari dan menabrakkan badannya ke kaca pelindung antara kebun dan pengunjung. Kaca tersebut informasinya diklaim anti pecah dan anti peluru. Namun ternyata kaca tersebut retak dan hampir pecah setelah ditabrak oleh gorilla tersebut. Kalian tebak, ya itu adalah seekor gorilla silverback dewasa. Setelah ditelusuri ternyata gorilla tersebut menyerang karena ada seorang anak kecil yang melakukan gerakan seperti memukul dada nya sebagai tanda dominasi dan tantangan untuk menyerang. Tentu saja gorilla tersebut menganggapnya sebagai tantangan dari si anak kecil dibalik kaca tersebut. Hal yang sama kulihat dengan Yube di sini. saking luasnya kebun Savana, terlalu banyak pengunjung yang datang, dan tidak semua paham tentang perilaku gorilla. Tentu saja gerakan yang sama memukul-mukul dada tersebut dilakukan oleh hampir setiap pengunjung disana, terutama anak kecil, dan remaja tanggung yang tidak tahu apa-apa. Padahal sudah ada papan larangan dan peringatan di sana. Yube terus merasa terprovokasi dan sepertinya ia tidak senang dengan perlakuan pengunjung. Namun reaksi pengunjung tertawa lepas sambil merekam tingkah Yube yang mereka anggap lucu tersebut.

          Ada lagi satu tingkah Yube yang tidak aku habis pikir ia berani melakukannya. Yube melempari penjaga kebun binatang dengan sebuah batu!, Namun syukurlah batu tersebut tidak mengenai penjaga tersebut. Hanya saja hal tersebut membuat seluruh pengunjung terkejut. Karena batu tersebut sangat besar dan berat, mungkin sekitar dua puluh kilogram. Namun dengan mudahnya diangkat dengan satu tangan saja oleh Yube, lalu ia melemparkannya dengan mudahnya. Ada lagi yang lebih lucu daripada itu, Yube melemparkan kotorannya!  Ia kesal dengan seorang pengunjung yang menurut ku dia sebenarnnya tidak salah apa-apa. Namun mungkin karena pengunjung tersebut melakukan gerakan provokasi tersebut. Saat itu kebun Savana tidak seaman sekarang yang tertup oleh tembok kaca tebal, dulu hanya dibatasi dengan pagar terali besi, yang banyak celah dan lubangnya. Yube tahu pagar tersebut tidak tertutup penuh, sehingga ia pun dapat melemparkan kotorannya dengan tepat mendarat di wajah pengunjung nakal tersebut. Wah memang luar biasa Yube ini. Ia pun ternyata bisa kesal layaknya seorang manusia.

          Kini Yube sudah tidak ada lagi di keramaian kebun binatang Savana tersebut, aku hanya bisa menikmati sisa foto-foto dan video lamanya yang sempat kusimpan di handycamku. Yube di tembak mati oleh penjaga kebun binatang dikarenakan dugaan membahayakan pengunjung. Saat itu seorang balita terjatuh di wilayah kandang yube disaat belum dipasang pembatas pagar besi  besar yang menutupi kebun tempat Yube berada. Yube dengan cepat menangkap anak kecil tersebut. Namun cara Yube mengangkatnya tidak biasa, ia menggenggam kaki anak itu dan mengangkatnya. Terkadang ia memasang wajah agresif kepada para pengunjung yang sudah berteriak keras sembari melempari Yube kayu dan batu. Aku merasakan Yube saat itu panik dan ketakutan. Bayangkan saja satu kebun binatang itu isinya teriakan manusia dan lemparan sampah maupun batu ke dalam kandangnya Yube. Yube tetap menahan anak tersebut sambil membawanya lebih jauh ke dalam kandang. Ibu dari anak tersebut makin histeris. Sebagin pengunjung merekam kejadian tersebut di ponsel. Sebagian lagi teriak-teriak memarahi penjaga kebun binatang yang tidak bisa apa-apa. Sebenarnya kondisi anak yang jatuh di kandang tersebut secara fisik masih baik-baik saja. Ia masih bisa berjalan. Hanya saja anak tersebut menangis, sehingga pengunjung yang lain tidak kuasa menahan emosi atas ulah Yube yang menahan anak tersebut.

Setelah  dua jam lebih menunggu di siang itu, tiba-tiba datang petugas dari konservasi bersama seorang polisi yang membawa senjata api, beserta perawat dari ambulance ikut turun ke lokasi. Polisi tersebut mengokang senjata apinya, mengambil posisi terdekat dari Yube, dan dengan cepat melepaskan tembakan ke arah dada nya Yube. Seketika Yube saat itu terjatuh dan terkapar tidak berdaya, ia telah mati. Aku tak kuasa menahan tangis karena Yube sudah mati saat itu juga. Hal tersebut sudah diputuskan oleh pihak mengelola kebun bersama orangtua anak tersebut. Alasannya demi keselamatan manusia. Padahal sebenarnya anak tersebut tidak mengalami luka parah maupun cedera. Gorilla lain di kebun tersebut panik dan berteriak, sepertinya mereka tahu kematian rekannya di tempat tersebut. Apa daya mereka hanyalah hewan yang berada di kebun binatang.


LihatTutupKomentar
Cancel

iklan 3