iklan 1

Menyesal

 



Menyesal

-caritas-

          “Bodoh banget sih, itu aja nggak ngerti!” Ucap Farhan kepada Roby, adik laki-laikinya. Farhan menggerutu karena adikknya Robby terlalu banyak bertanya cara untuk mengisi token listrik di rumah. Roby pun yang tidak terima diomeli ikut melawan dengan nada nyaring. “Ya udah, bikin aja sendiri!” Farhan dan Roby adalah kakak beradik kembar yang saat lahir sudah terlahir Yatim. Mereka hidup hanya dengan bersama Ibunya yang kebetulan adalah seorang tenaga kerja wanita di luar negeri. Sehingga hari-hari Farhan dan Roby hanya dihabiskan di dalam rumah nya saja. Hidup tanpa ayah dan tanpa kehadiran ibu yang mengawasi mereka membuat Farhan dan Roby jatuh dalam pergaulan yang tidak sehat. Saat ini mereka sudah menginjak bangku SMA. Farhan sering bolos sekolah untuk bermain game online bersama teman-temannya. Sementara Roby yang tidak bersekolah karena harus mengalah dengan Kakaknya yang harus disekolahkan terlebih dahulu berada di rumah untuk menjaga jualan warung di depan rumah.

          Tentu saja yang paling rajin di rumah adalah Roby yang sehari-harinya fokus menjaga warung di depan rumah. Smentara kakaknya bersekolah. Namun perlakuan Farhan kepada adiknya Roby kurang menyenangkan. Ia sering memarahi dan gemar beradu fisik, Roby yang penurut terkadang harus mengalah agar tidak terjadi keributan di rumah. Hingga suatu ketika Farhan kedapatan mabuk dan tidak membayar jasa dan layanan di sebuah Pub yang tidak jauh dari lokasi rumah sehingga ia ditangkap oleh pengelola Pub dan mengancamnya akan melaporkan  ke polisi apabila tidak segera melunasi taguhan Pub sebeasar delapan juta rupiah. Sepeda motor Farhan ditahan di Pub tersebut sehingga ia pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Farhan yang setengah mabuk tersebut mulai memaksa Roby untuk mengeluarkan semua uang dari warung untuk membayar utangnya. Tentu saja Roby menolak dan melawan, Uang sebesar itu tentu akan menguras seluruh modal toko. Bahkan belum cukup untuk melunasi seluruhnya. Roby mengancam akan melaporkan kepada ibu mereka. Namun Farhan yang kehabisan akal langsung mengambil linggis dan mengarahkan kepda adiknya tersebut. Roby yang terkejut lalu dengan reflek membela dirinya dengan langsung memukul kepala Farhan dengan balok kayu di depan rumah. Sontak farhan tersungkur ke tanah dan pingsan tidak sadaarkan diri. Roby yang tidak menyangka akan terjadi hal tersebut kebingungan dan panik. Darah segar mengalir dari kepala kakaknya tersebut. Sepertinya kepala Farhan bocor. Roby yang sudah terlanjur panik lalu kabur meninggalkan rumahnya. Ia mengambil sebagian uang modal toko dan membawa nya pergi bersamanya. Farhan ditinggalkan begitu saja tidak sadarkan diri di halaman rumah.

          Roby yang sudah terlanjur kesal dengan kondisi di dalam rumah, terlebih ibu mereka yang jarang menghubungi mereka, memilih meninggalkan rumah tersebut dan hidup menurut jalannya yang ia bis tempuh. Roby menaiki bus kota meninggalkan daerah tempat mereka tinggal dan menggantungkan hidupnya di kota lain. Seminggu setelah kepergian Roby ia merasa tenang dan aman tinggal berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Kini telah seminggu berlalu semenjak kejadian itu, Roby mulai panik, ia mulai kehabisan uang pegangannya. Roby memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota tersebut. Namun seluruh persayaratan pekerjaan di sana minimal memilki Ijazah SMA. Sementara Roby terlanjur putus sekolah  sejak SMP. Disaat Roby yang sendirian keluyuran di tengah malam kota tersebut berjalan. Tiba – tiba ia dihadang dua pengendara sepeda motor yang masing masing membawa boncengan. Satu dari mereka membawa sejata tajam sejenis clurit yang sangat panjang. Roby yang sudah kelaparan dan hampir putus harapan itu seketika mendapatkan keberanian dan amarah yang sangat besar. Ia meladeni pemuda yang hendak mencelakakan dirinya.Roby mengambil batu besar dan langsung melemparkan ke salah satu anak muda yang memegang clurit tersebut sehingga ia tumbang. Roby langsung mengambil clurit milik pemuda tersebut dan menebas ke rekan-rekannya yang lain. Sehingga satu orang terkapar karena terkena bagian vitalnya. Dua temannya yang lain berusaha menggertak Roby namun Roby tidak takut. Tanpa basa basi ia tebas kembali tangan satu orang anak muda tadi hingga ia tidak mampu menggerakkannya. Rekan pemuda tersebut takut allau melarikan diri membawa motor, namun dihadang oleh Roby. Ia menikam pembegal tersebut sehingga ia ikut terkapar. Roby mengambil sepeda motor milik mereka dan meminta seluruh hp dan dompet mereka.

          Kejadian tersebut masuk dalam berita di daerah setempat, Di tambah terdapat rekaman CCTV yang membuatnya menjadi viral. Malam itu Roby didatangi empat orang pria dewasa yang menaiki mobil warna hitam. Ternyata mereka adalah bos salah satu komunitas gangster di daerah setempat. Mereka mengapresiasi keberanian Roby yang berhasil menumbangkan empat orang anak baru yang sedang magang di tempat mereka. Bos preman tersebut dipanggil Kang Budi. Ia menawarkan Roby untuk masuk kelompoknya. Ia menjamin tempat tinggal serta uang bulanan kepada Roby. Ia merasa potensi roby sebagai anggota kelompoknya sangat besar ditambah Roby memiliki mentalitas yang berani. Roby yang tidak menyangka akan hal ini langsung menolak dengan membalaskan pukulan disalah satu anggota geng tersebut. Anggota geng tersebut dengan mudahnya menagkis serangan Roby dan langsung mengunci pergerakan Roby. Roby yang tertahan tidak dapat melakukan apa-apa. Pada akhirnya Roby menerima ajakan tersebut karena ia tidak mampu melawan mereka.

          Apa yang Roby bayangkan dengan kehidupan gangster itu ternyata di luar pikirannya. Kehadirannya sangat diterima di komunitas itu. Ia mendapatkan pakaian yang layak, dan makan yang cukup. Roby belajar beladiri dan gaya bertarung jalanan bersama rekan-rekan barunya tersebut. Ada Hendrik dan Ruben senior di komunitas tersebut sekaligus petarung paling hebat di kelompok tersebut. Roby berapa kali diajak melakukan serangan kepada kelompok lain yang mengganggu mitra gangster tersebut. Malam itu salah satu pemiliki hiburan malam di kota tersebut menggunakan jasa mereka untuk membereskan kelompok Rocky Gempal yang sempat memprovokasi dan melakukan perusakan di hiburan malam tersebut. Roby bersama rekannya berhasil menyerang markas mereka dan menagkap bos nya. Bos geng tersebut mereka serahkan kepada klien mereka. Mereka pun mendapat bayaran atas usaha mereka tersebut,

          Kehidupan Roby sebagai gangster berjalan sangat mulus. Sampai suatu ketika, mereka diserang oleh gengster yang lebih besar dan kuat dari mereka. Kang Budi yang tidak takut dengan hal tersebut langsung mendklarasikan perang. Kang Budi mengerahkan seluruh anggota nya untuk melakukan serangan terlebih dahulu ke markar kelompok XCT. Mereka melakukan serangan pada siang hari. Dengan membawa senjata tajam dan senjata tumpul. Serangan tersebut dilakukan mendadak sehingga anggota XCT tidak siap menerima serangan tersebut. Terjadi pertumpahan darah di kedua belah pihak. Ruben meninggal ditempat saat itu karena terkena tusukan di bagian vital. Roby mengalami cedera pada kaki. Tanpa disadari pemimpin XCT mengeluarkan senjata api dan menembak Kang Budi bersama Hendrik saat itu. Roby yang meilihat hal itu mencoba kabur. TIba-tiba anggota polisi dalam jumlah besar datang dan menangkap mereka satu persatu. Tak terkecuali pemimpindari XCT yang berhasil dilumpuhkan polisi dengan senjata api juga.

          Roby masuk ke dalam sel tahanan, Tahanan nya dipisahkan tersendiri karena berasal dari grup yang cukup berbahaya di kota tersebut. Roby dengan kaki yang pincang perlahan mulai menyesali perbuatannya. Ia sudah bertindak sejauh ini bahkan menjadi anggota kriminal. Roby mengingat kembali keluarganya. Ia meminta haknya untuk mengirim surat kepada ibu dan saudaranya. Ia menuliskan permintaan maaf kepada keluarganya. Ia tidak tahu setelah ini akan mendapatkan hukuman apa setelah diadili. Ia sangat menyesal.


LihatTutupKomentar
Cancel

iklan 3