Menyesal
-caritas-
“Bodoh banget sih, itu aja nggak
ngerti!” Ucap Farhan kepada Roby, adik laki-laikinya. Farhan menggerutu karena
adikknya Robby terlalu banyak bertanya cara untuk mengisi token listrik di
rumah. Roby pun yang tidak terima diomeli ikut melawan dengan nada nyaring. “Ya
udah, bikin aja sendiri!” Farhan dan Roby adalah kakak beradik kembar yang saat
lahir sudah terlahir Yatim. Mereka hidup hanya dengan bersama Ibunya yang
kebetulan adalah seorang tenaga kerja wanita di luar negeri. Sehingga hari-hari
Farhan dan Roby hanya dihabiskan di dalam rumah nya saja. Hidup tanpa ayah dan
tanpa kehadiran ibu yang mengawasi mereka membuat Farhan dan Roby jatuh dalam
pergaulan yang tidak sehat. Saat ini mereka sudah menginjak bangku SMA. Farhan
sering bolos sekolah untuk bermain game online bersama teman-temannya.
Sementara Roby yang tidak bersekolah karena harus mengalah dengan Kakaknya yang
harus disekolahkan terlebih dahulu berada di rumah untuk menjaga jualan warung
di depan rumah.
Tentu saja yang paling rajin di rumah
adalah Roby yang sehari-harinya fokus menjaga warung di depan rumah. Smentara
kakaknya bersekolah. Namun perlakuan Farhan kepada adiknya Roby kurang
menyenangkan. Ia sering memarahi dan gemar beradu fisik, Roby yang penurut
terkadang harus mengalah agar tidak terjadi keributan di rumah. Hingga suatu
ketika Farhan kedapatan mabuk dan tidak membayar jasa dan layanan di sebuah Pub
yang tidak jauh dari lokasi rumah sehingga ia ditangkap oleh pengelola Pub dan
mengancamnya akan melaporkan ke polisi
apabila tidak segera melunasi taguhan Pub sebeasar delapan juta rupiah. Sepeda
motor Farhan ditahan di Pub tersebut sehingga ia pulang ke rumah dengan
berjalan kaki. Farhan yang setengah mabuk tersebut mulai memaksa Roby untuk
mengeluarkan semua uang dari warung untuk membayar utangnya. Tentu saja Roby
menolak dan melawan, Uang sebesar itu tentu akan menguras seluruh modal toko.
Bahkan belum cukup untuk melunasi seluruhnya. Roby mengancam akan melaporkan
kepada ibu mereka. Namun Farhan yang kehabisan akal langsung mengambil linggis
dan mengarahkan kepda adiknya tersebut. Roby yang terkejut lalu dengan reflek
membela dirinya dengan langsung memukul kepala Farhan dengan balok kayu di
depan rumah. Sontak farhan tersungkur ke tanah dan pingsan tidak sadaarkan
diri. Roby yang tidak menyangka akan terjadi hal tersebut kebingungan dan
panik. Darah segar mengalir dari kepala kakaknya tersebut. Sepertinya kepala
Farhan bocor. Roby yang sudah terlanjur panik lalu kabur meninggalkan rumahnya.
Ia mengambil sebagian uang modal toko dan membawa nya pergi bersamanya. Farhan
ditinggalkan begitu saja tidak sadarkan diri di halaman rumah.
Roby yang sudah terlanjur kesal dengan
kondisi di dalam rumah, terlebih ibu mereka yang jarang menghubungi mereka,
memilih meninggalkan rumah tersebut dan hidup menurut jalannya yang ia bis
tempuh. Roby menaiki bus kota meninggalkan daerah tempat mereka tinggal dan
menggantungkan hidupnya di kota lain. Seminggu setelah kepergian Roby ia merasa
tenang dan aman tinggal berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Kini telah seminggu berlalu semenjak kejadian itu, Roby mulai panik, ia mulai
kehabisan uang pegangannya. Roby memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota
tersebut. Namun seluruh persayaratan pekerjaan di sana minimal memilki Ijazah
SMA. Sementara Roby terlanjur putus sekolah sejak SMP. Disaat Roby yang sendirian
keluyuran di tengah malam kota tersebut berjalan. Tiba – tiba ia dihadang dua
pengendara sepeda motor yang masing masing membawa boncengan. Satu dari mereka
membawa sejata tajam sejenis clurit yang sangat panjang. Roby yang sudah
kelaparan dan hampir putus harapan itu seketika mendapatkan keberanian dan
amarah yang sangat besar. Ia meladeni pemuda yang hendak mencelakakan
dirinya.Roby mengambil batu besar dan langsung melemparkan ke salah satu anak
muda yang memegang clurit tersebut sehingga ia tumbang. Roby langsung mengambil
clurit milik pemuda tersebut dan menebas ke rekan-rekannya yang lain. Sehingga
satu orang terkapar karena terkena bagian vitalnya. Dua temannya yang lain
berusaha menggertak Roby namun Roby tidak takut. Tanpa basa basi ia tebas
kembali tangan satu orang anak muda tadi hingga ia tidak mampu menggerakkannya.
Rekan pemuda tersebut takut allau melarikan diri membawa motor, namun dihadang
oleh Roby. Ia menikam pembegal tersebut sehingga ia ikut terkapar. Roby
mengambil sepeda motor milik mereka dan meminta seluruh hp dan dompet mereka.
Kejadian tersebut masuk dalam berita
di daerah setempat, Di tambah terdapat rekaman CCTV yang membuatnya menjadi
viral. Malam itu Roby didatangi empat orang pria dewasa yang menaiki mobil
warna hitam. Ternyata mereka adalah bos salah satu komunitas gangster di daerah
setempat. Mereka mengapresiasi keberanian Roby yang berhasil menumbangkan empat
orang anak baru yang sedang magang di tempat mereka. Bos preman tersebut
dipanggil Kang Budi. Ia menawarkan Roby untuk masuk kelompoknya. Ia menjamin
tempat tinggal serta uang bulanan kepada Roby. Ia merasa potensi roby sebagai
anggota kelompoknya sangat besar ditambah Roby memiliki mentalitas yang berani.
Roby yang tidak menyangka akan hal ini langsung menolak dengan membalaskan
pukulan disalah satu anggota geng tersebut. Anggota geng tersebut dengan
mudahnya menagkis serangan Roby dan langsung mengunci pergerakan Roby. Roby
yang tertahan tidak dapat melakukan apa-apa. Pada akhirnya Roby menerima ajakan
tersebut karena ia tidak mampu melawan mereka.
Apa yang Roby bayangkan dengan
kehidupan gangster itu ternyata di luar pikirannya. Kehadirannya sangat
diterima di komunitas itu. Ia mendapatkan pakaian yang layak, dan makan yang
cukup. Roby belajar beladiri dan gaya bertarung jalanan bersama rekan-rekan
barunya tersebut. Ada Hendrik dan Ruben senior di komunitas tersebut sekaligus
petarung paling hebat di kelompok tersebut. Roby berapa kali diajak melakukan
serangan kepada kelompok lain yang mengganggu mitra gangster tersebut. Malam
itu salah satu pemiliki hiburan malam di kota tersebut menggunakan jasa mereka
untuk membereskan kelompok Rocky Gempal yang sempat memprovokasi dan melakukan
perusakan di hiburan malam tersebut. Roby bersama rekannya berhasil menyerang
markas mereka dan menagkap bos nya. Bos geng tersebut mereka serahkan kepada
klien mereka. Mereka pun mendapat bayaran atas usaha mereka tersebut,
Kehidupan Roby sebagai gangster
berjalan sangat mulus. Sampai suatu ketika, mereka diserang oleh gengster yang
lebih besar dan kuat dari mereka. Kang Budi yang tidak takut dengan hal
tersebut langsung mendklarasikan perang. Kang Budi mengerahkan seluruh anggota
nya untuk melakukan serangan terlebih dahulu ke markar kelompok XCT. Mereka
melakukan serangan pada siang hari. Dengan membawa senjata tajam dan senjata
tumpul. Serangan tersebut dilakukan mendadak sehingga anggota XCT tidak siap
menerima serangan tersebut. Terjadi pertumpahan darah di kedua belah pihak.
Ruben meninggal ditempat saat itu karena terkena tusukan di bagian vital. Roby
mengalami cedera pada kaki. Tanpa disadari pemimpin XCT mengeluarkan senjata
api dan menembak Kang Budi bersama Hendrik saat itu. Roby yang meilihat hal itu
mencoba kabur. TIba-tiba anggota polisi dalam jumlah besar datang dan menangkap
mereka satu persatu. Tak terkecuali pemimpindari XCT yang berhasil dilumpuhkan
polisi dengan senjata api juga.
Roby masuk ke dalam sel tahanan,
Tahanan nya dipisahkan tersendiri karena berasal dari grup yang cukup berbahaya
di kota tersebut. Roby dengan kaki yang pincang perlahan mulai menyesali
perbuatannya. Ia sudah bertindak sejauh ini bahkan menjadi anggota kriminal.
Roby mengingat kembali keluarganya. Ia meminta haknya untuk mengirim surat
kepada ibu dan saudaranya. Ia menuliskan permintaan maaf kepada keluarganya. Ia
tidak tahu setelah ini akan mendapatkan hukuman apa setelah diadili. Ia sangat
menyesal.